“BOS!!”

Setelah sekian lama, akhirnya saya mampu kembali menuliskan dalam blog saya sendiri..hahaha..mungkin karena terlalu banyaknya pekerjaan sehingga tidak dapat berdiskusi dan mencari pembelajaran yang baru.

Baiklah, inilah sedikit cerita ketika saya bekerja di dua perusahaan sebelumnya. Di perusahaan pertama, pandangan yang saya temui adalah idealisasi dari sebuah perusahaan. perusahaan itu harusnya mempunyai kerjasama yang kuat dan tidak ada diskriminasi kuat antar karyawan, dan tentunya HRD lah yang mempunyai kekuatan untuk mengatur kerjasama, dan seperti kata-kata PERUBAHAN harus terjadi. Inilah idealisasi anak “cupu” yang baru bekerja.

Kemudian, tidak lama setelah itu saya keluar dengan alasan tidak ada jenjang karir dan perusahaan ini tidak bisa dirubah. pikiran yang terlalu naif sekali lagi terjadi.

Di perusahaan kedua, saya mulai menanyakan apakah pemikiran saya itu benar ketika mengundurkan diri?. Saya belum tahu. Tetapi di perusahaan kedua, saya selalu menemukan bagaimana menjadi seorang “BOS!!” padahal yang dilakukan adalah pekerjaan yang sama dengan perusahaan pertama. Setiap hari harus datang lebih pagi untuk melakukan pekerjaan, walaupun pekerjaan tersebut serabutan. Agresif terhadap hasil, dan selalu mencari cara untuk berhasil melakukan kegiatan tersebut. Tetapi di perusahaan kedua, atasan saya selalu berkata “kamu itu masih green, kurang matang, dan cupu!!”. Di perusahaan ini saya merasakan bahwa atasan saya pada waktu itu adalah seorang mentor yang saya hormati dan saya benci. Mentor sebagai seorang “BOS!!”.

Kemudian, setelah beberapa minggu saya keluar dari perusahaan kedua. Saya masuk ke dalam perusahaan dengan jasa keuangan, tanpa gaji dan fasilitas apapun. Sayapun bertemu dengan banyak orang untuk mengenalkan jasa keuangan tersebut, satu orang teman saya (yang juga bekerja dengan profesi sama, tetapi perusahaan berbeda) mengatakan “Masuk perusahaanku, kamu malah bisa jadi bos”. Tentunya yang dikatakan adalah mempunyai omzet sendiri, dan yang mengatur jadwal sendiri. Adapun teman saya yang lain juga berkata, kalau masuk di perusahaan jasa keuangan, lebih enak karena bisa jadi bos. ya, secara kegiatan dan omzet memang iya.

Tidak lama setelah itu, saya berpikir bekerja di manapun dan kapanpun yang terpenting adalah menjadi “BOS!!”. maksud saya adalah memiliki kedisiplinan, kekuatan, ketahanan mental terhadap diri sendiri itulah seorang “BOS!!” yang saya maksud. Sebelum berpikir untuk menjadi seorang bos, maka diri sendiri harus berubah menjadi seorang “BOS!!”.

Ketika berpikir untuk mengubah diri sendiri, saya mulai mengfokuskan diri untuk mematangkan apa yang saya miliki. Mulai dari mengatur waktu, melihat permasalahan secara berbeda, dan tentunya harus mendalami suatu pekerjaan saya sendiri.

Saya melihat sosok seorang “BOS!!” juga melalui seorang samurai terkenal yang bernama Musashi Miyamoto

Image

Konon Musashi awalnya adalah seorang yang sangat terkenal dengan keliarannya dan susah diatur, dirinya sendiri juga tidak mau dikontrol oleh siapapun. Tetapi memiliki keinginan menjadi seorang samurai. Pada saat ini, Musashi menganggap dirinya adalah seorang bos. Semuanya berubah, ketika dia memahami bahwa di dalam hidup ini bukanlah untuk menjadi seorang bos, tetapi menjad seorang “BOS!!”. di saat itulah dia melakukan perjalanan untuk mendisiplinkan diri dan mental ke dalam hidup sebagai seorang samurai.

Ketika anda membaca buku karangan Musashi Miyamoto “Go Rin no Sho”, maka dia akan selalu menuliskan kata-kata fokus terhadap dirimu sendiri.

Menjadi seorang bos adalah bagaimana mengfokuskan dirimu sendiri menjadi “BOS!!” atau dengan kata lain menguasai diri sendiri.

Dengan kekuatan yang ada di dalam kita sendiri, kita mempunyai tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Bagi saya, ini hanya sekedar refleksi bukan untuk motivasi

Terima kasih

Advertisements
Posted in My reflection, The unfettered mind | Tagged | Leave a comment

Imagine That and Make It Happen

Posted in The unfettered mind | Leave a comment

Twilight and Comforting Sound for your life

Twilight by Kotaro Oshio, you can search in this link. I know this song and this is so great.

Another good sound and great sound from MEW. The new inspirational song.

 

I CAN FEEL IT!!!

 

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Artist for 24 Hours

“We are an Artist, and we live for them in 24 hours, we make not only consume”

Image

Quote | Posted on by | Leave a comment

Gaminvest

Tidak terasa kurang lebih setahun lebih saya bekerja atau mungkin lebih tepatnya adalah “bermain game” di dalam pekerjaan saya sekarang ini sebagai HRD. Istilah “bermain game” saya ambil karena kesukaan saya sendiri adalah bermain game genre RPG (Role Playing Game). Mungkin bagi seorang gamer pasti telah mengetahui genre game ini, sepengetahuan saya genre ini adalah game dengan mencari level untuk masing-masing karakter yang dimainkan dengan bersamaan. Biasanya untuk mencari level, kita harus mau mengorbankan waktu kita dan juga mencari monster atau musuh yang lebih tepat dijadikan sebagai berburu level.

Lalu pertanyaan selanjutnya, apa hubungannya dengan pekerjaan saya sebagai HRD ?. Tentu saja, hal ini dikarenakan pekerjaan saya seperti bermain game. Dimana untuk menambah level dalam kemampuan saya maka saya harus mau melakukan pengorbanan apapun mulai dari daya tahan tubuh yang mulai berkurang, dimaki-maki oleh rekan kerja lain, dan sebagainya. Semuanya adalah usaha saya supaya dapat menambahkan level kemampuan saya. Inilah apa yang biasa kita sebut dengan investasi.

Judul dari refleksi saya hari ini adalah Gaminvest. Dimana merupakan gabungan dari Game dan Investasi. Semuanya dalam hidup ini adalah sebuah Game dan kita menjalani dengan meletakkan Investasi di dalam game tersebut. Bila di dalam dunia asuransi yang pernah saya pelajari, tidak hanya berupa uang atau material berharga. Tetapi kita sendiri adalah Investasi, usaha yang kita lakukan adalah investasi untuk bermain game kehidupan yang akan selalu kita hadapi.

Kendalanya adalah di dalam investasi terkadang kita menolaknya sebelum mencoba lebih dalam dengan berbagai cara. Ada cletukan yang menarik, ketika saya mengikuti penjualan massal di asuransi. Kita semua diminta untuk menginvestasikan sejumlah uang untuk mengundang para nasabah, tetapi begitu melihat harga undangannya maka banyak dari kita yang bingung. Kemudian timbul omongan “katanya investasi, tapi untuk membeli undangan dengan harga yang mahal kok susahnya setengah mati??”. Dari hal tersebut akhirnya semuanya berubah, dan dimulai investasi berupa uang. Kemudian masalah selanjutnya adalah pada akhirnya apa yang saya lakukan tetap tidak membuahkan hasil, dikarenakan saya hanya mengundang beberapa orang saja tanpa memberikan efek persuasive kepada konsumen. Saya pada saat itu malas dan takut untuk berusaha lebih baik lagi (hehehe, akhirnya ya tidak dapat omzet sama sekali). Disinilah mengapa investasi bukan sekedar uang, tetapi modal mental dan keberanian juga.

Contoh kedua adalah ketika saya bekerja di dalam perusahaan saya sekarang ini sebagai HRD. Saya merasakan apa yang saya lakukan adalah selalu keluhan untuk menjelek-jelekkan orang lain, dikarenakan banyak dari rekan kerja yang mau menjatuhkan satu sama lain. Kemudian ada salah satu dari rekan saya yang pernah bekerja di perusahaan saya mengatakan “gapapa, Sen. Itu latihan. Nanti kalau kamu di perusahaan lain mungkin kamu bisa ngalami hal yang sama kayak gitu”. Dari perkataan itu, saya berpikir apakah saya sudah mencurahkan usaha untuk dapat bekerja sebagai HRD.

Dari contoh pertama dan kedua inilah saya mendapatkan bagaimana hidup ini benar-benar seperti game dan kita dapat menginvestasikan apa yang kita miliki (Knowledge dan Skill) ke dalam game tersebut. Apabila saya menginvestasikan ke dalam game yang sedang saya hadapi, semuanya pasti pada awalnya adalah berupa keluhan, tetapi dibalik itu semua kita menyadari itulah ciri khas berburu level di dalam setiap game. Begitu pula nantinya, Tentunya akan ada banyak game-game lain yang memerlukan investasi. Gaminvest adalah investasi dalam game kehidupan. Itu mungkin telah dialami orang-orang hebat lain, tetapi apa opini mereka ???.

             

Posted in My reflection, The unfettered mind | Leave a comment

FENOMENA DALAM KELOMPOK

Dalam sebuah organisasi selalu ada pembentukan kelompok-kelompok tersendiri. Di mana bila di dalam organisasi akan ada sistem “homo homini lupus”, yang kuat “memangsa” yang lemah. Pola tersebut akan terus berjalan seterusnya dan akan menjadi seakan-akan organisasi itu adalah hutan rimba. Sebetulnya tidak ada yang salah, toh karena ini adalah seleksi yang harus dihadapi oleh tiap individu di dalam organisasi tersebut. Individu akan di”bunuh” dengan permainan mental, untuk saling menjatuhkan dengan cara apapun. cara apapun ini saya pertebal untuk memberikan pengertian yang negatif.

Di balik itu semua, ternyata ada hal yang menarik di sini. Ada individu yang dianggap “lemah” karena telah dijatuhkan sedemikian parah, tetapi malahan membangun grup tersendiri dengan tidak disengaja. Oleh sebab itu, mereka yang merasa dirinya kuat malahan merasa terancam dan berupaya semakin kuat untuk menjatuhkan individu yang telah memiliki grup (lemah). Menurut saya mungkin inilah the power of minority. Semakin kecil grup tersebut akan membuat grup yang lebih besar semakin terancam.

Posted in My reflection, My sense is tingling | Leave a comment

Bikin Hidup Menjadi Lebih Hidup

Dalam bulan ini, saya merasakan suatu perubahan yang cukup drastis. Dimulai dari banyaknya kegiatan yang mulai saya ikuti dan mulai mendisiplinkan apa yang harus saya lakukan. Saya adalah seorang HRD di perusahaan kontraktor bangunan yang merupakan karir awal sebagai seorang negosiator, tetapi di lain waktu saya juga ingin mengembangkan skill sebagai negosiator sebagai seorang marketing di perusahaan lain.

Ketika awalnya saya berkonsentrasi di dalam satu perusahaan saya merasakan ada banyaknya “godaan” yang perlahan tapi pasti untuk menghancurkan keyakinan yang ada di dalam diri saya sebagai seorang HRD. Itulah kehidupan, yang kuat menghancurkan yang lemah. Ini hukum rimba di dalam perusahaan saya.

Beberapa minggu kemudian, saya mulai ingin mengetahui bagaimana pekerjaan marketing yang ada di dalam perusahaan. Oleh karena itu, tanpa banyak memikirkan saya mulai mencari pekerjaan marketing yang bisa dilakukan bersamaan dengan HRD tempat saya bekerja. Akhirnya saya memulai bekerja sebagai marketing di suatu perusahaan tertentu. Inilah awal mula karir sebagai marketing.

Semua pekerjaan pasti memiliki resiko, begitu pula pekerjaan saya sebagai marketing. Tidak ada penghasilan atau omzet yang di dapat, kesulitan dalam mengenalkan produk, dan lain-lain. Bila tidak ada penghasilan atau omzet, saya tidak dapat gaji dan memulai bisnis ini. Itulah yang terjadi, tidak mudah memulai bisnis marketing dengan membuka jaringan.

Hanya saja, ketika beberapa kali melakukan kedua bisnis sebagai marketing dan HRD, saya mulai merasakan apa yang saya lakukan adalah “Bikin Hidup Menjadi Lebih Hidup”. Selanjutnya saya mulai berpikir siapa saja yang saya temui adalah sebuah asset bagi diri sendiri, oleh karena itu saya setiap harinya mulai menyusun jadwal apa yang harus dilakukan esok harinya. Ketika di pagi harinya saya berperan sebagai HRD, di malam harinya saya memulai menemui asset jaringan yang telah dibuat. Tentunya yang terpenting adalah membuat hari demi hari menjadikan diri sebagai negosiator.

Menjadi seorang negosiator membutuhkan pengalaman negosiasi yang tinggi, oleh karena itu saya mulai membiasakan diri untuk menjadwal dengan berbagai orang. Mempelajari apa yang mereka berikan, terutama juga mencari cara bagaimana menjadi seorang negosiator. Dari sinilah membikin hidup menjadi lebih hidup tidaklah mudah, saya membutuhkan bagaimana menegosiasi diri sendiri sehingga tetap pada apa yang saya inginkan. Inilah yang saya sebut dengan art of negotiator. Umpamakan apa yang ada di dalam diri ini adalah orang lain, dan selalu berpikir apa yang harus dilakukan di esok hari sehingga membuat hidup menjadi lebih berwarna. Seperti dalam tag line iklan “Bikin Hidup Menjadi Lebih Hidup”.

Posted in My reflection, The unfettered mind | Leave a comment